Kamis, 24 Juni 2010

dreams 'MAHAMERU'

mereka pikir saya gila
mereka pikir imajinasi saya yang sudah melampaui batas
tapi TIDAK !!!!!

ini adalah sebuah mimpi
mimpi yang harus terwujudkan
mimpi yang sudah tidak bisa ditawar lagi untuk diurungkan
mimpi yang sudah merupakan harga mati

mungkin mereka menganggap ini biasa saja
tapi bagiku ini sangat sangat sangat luar biasa
mungkin mereka gampang mengalihkan mimpi mereka
tapi tidak dengan mimpiku !!!

seperti dalam buku 5 cm
begitu dengan mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang mau kamu kejar taruh di sini. Ian membawa jari telunjuknya menggantung mengambang di depan keningnya.
Kamu taruh di sini, jangan menempel di kening.
Biarkan
Dia
Menggantung
Mengambang
5 centimeter
Di kening kamu

Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apapun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai kamu dapat, apapun itu segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri.
Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan sehabis itu yang kamu perlu cuma .....

Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya
tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya
mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya
leher yang lebih sering menghadap ke atas
Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja
dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya
serta mulut yang akan selalu berdoa

Dan kamu akan dikenang sebagai orang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan cuma seonggok daging yang punya nama
Kamu akan dikenang sebagai orang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan
Tapi sebagai orang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapapun.
Dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya, percaya pada 5 centimeter di depan kening kamu.



mimpi ini mengalahkan segalanya
mengalahkan rasa sakit hati yang tidak terperi
menghilangkan sekejap rasa sakit yang kurasa
seluruhnya sudah ada di atas sana
dreams. faith. fight
Legenda yang tersisa
Puncak Abadi Para Dewa


Putri Jennia Fasa 'dreamers' 12 juni 2010 16:42 WIB

Selasa, 01 Juni 2010

Ambil Foto Lapangan Untuk Skripsi Saya (Pertanian yang menggunakan Mulsa)

hari itu (29 Mei 2010) saya mengambil foto lapangan, foto-foto sawah orang yang ada mulsanya, hihihii ..
sawahnya jauh dari rumah, 3 kiloan lah dari rumah
ditemani rieska (adik saya), maka kami pun berangkat menuju sawah orang itu pagi-pagi sekitar jam 7an, sengaja pagi-pagi biar ga panas entar
jarang banget si neng, begitu panggilan saya sama rieska adik saya itu, mau nganter-nganter saya. dengan sifat kami yang sama-sama keras, kami suka saling gengsian !! hha
tapi hari ini neng baik sekali mau nganterin saya panas-panasan di sawah orang (heheheh padahal saya upahin lima rebu perak baru deh dia mau, dasar matre !!), tapi gapapa lah daripada sendirian entar saya digodain rumput yang bergoyang sepanjang jalan lagi, yeyy hahahahahahh …


nii perjalanan pertama kita, haha


heee si neng tuh gayanya maut banget dah






hasil jepretan si neng lumayan nih!

Jumat, 28 Mei 2010

MAHAMERU

Puncak abadi Para Dewa

http://fendra.blogsome.com/2005/03/27/antara-soe-hok-gie-dan-puncak-mahameru/


Apa hubungan antara Soe Hok Gie dan Puncak Mahameru?
Dan apa yang berkaitan antara keduanya?
Soe Hok Gie dan Mahameru adalah dua legenda Indonesia, sedangkan hubungan antara keduanya?
Soe Hok Gie wafat di Mahameru saat melakukan pendakian pada 18 Desember 1969 karena menghirup asap beracun gunung tersebut

Soe Hok Gie dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942. Dia adalah sosok aktifis yang sangat aktif pada masanya. Sebuah karya catatan hariannya yang berjudul Soe Hok Gie: Catatan Seorang Demonstran setebal 494 halaman oleh LP3ES diterbitkan pada tahun 1983. Soe Hok Gie tercatat sebagai mahasiswa Universitas Indonesia dan juga merupakan salah satu pendiri Mapala UI yang salah satu kegiatan terpenting dalam organisasi pecinta alam tersebut adalah mendaki gunung. Gie juga tercatat menjadi pemimpin Mapala UI untuk misi pendakian Gunung Slamet, 3.442m.

Kemudian pada 16 Desember 1969, Gie bersama Mapala UI berencana melakukan misi pendakian ke Gunung Mahameru (Semeru) yang mempunyai ketinggian 3.676m. Banyak sekali rekan-rekannya yang menanyakan kenapa ingin melakukan misi tersebut. Gie pun menjelaskan kepada rekan-rekannya tesebut :

“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”

Sebelum berangkat, Gie sepertinya mempunyai firasat tentang dirinya dan karena itu dia menuliskan catatannya :

“Saya tak tahu apa yang terjadi dengan diri saya. Setelah saya mendengar kematian Kian Fong dari Arief hari Minggu yang lalu. Saya juga punya perasaan untuk selalu ingat pada kematian. Saya ingin mengobrol-ngobrol pamit sebelum ke semeru. Dengan Maria, Rina dan juga ingin membuat acara yang intim dengan Sunarti. Saya kira ini adalah pengaruh atas kematian Kian Fong yang begitu aneh dan begitu cepat.”

Dari beberapa catatan kecil serta dokumentasi yang ada, termasuk buku harian Gie yang sudah diterbitkan, Catatan Seorang Demonstran (CSD) (LP3ES, 1983), berikut beberapa kisah yang mewarnai tragedi tersebut yang saya kutip dari Intisari :

Suasana sore hari bergerimis hujan dan kabut tebal, tanggal 16 Desember 1969 di G. Semeru. Seusai berdoa dan menyaksikan letupan Kawah Jonggringseloko di Puncak Mahameru (puncaknya G. Semeru) serta semburan uap hitam yang mengembus membentuk tiang awan, beberapa anggota tim terseok-seok gontai menuruni dataran terbuka penuh pasir bebatuan, mereka menutup hidung, mencegah bau belerang yang makin menusuk hidung dan paru-paru. Di depan kelihatan Gie sedang termenung dengan gaya khasnya, duduk dengan lutut kaki terlipat ke dada dan tangan menopang dagu, di tubir kecil sungai kering. Tides dan Wiwiek turun duluan.
Dengan tertawa kecil, Gie menitipkan batu dan daun cemara. Katanya, “Simpan dan berikan kepada kepada ‘kawan-kawan’ batu berasal dari tanah tertinggi di Jawa. Juga hadiahkan daun cemara dari puncak gunung tertinggi di Jawa ini pada cewek-cewek FSUI.” Begitu kira-kira kata-kata terakhirnya, sebelum turun ke perkemahan darurat dekat batas hutan pinus atau situs recopodo (arca purbakala kecil sekitar 400-an meter di bawah Puncak Mahameru).
Di perkemahan darurat yang cuma beratapkan dua lembar ponco (jas hujan tentara), bersama Tides, Wiwiek dan Maman, mereka menunggu datangnya Herman, Freddy, Gie, dan Idhan. Hari makin sore, hujan mulai tipis dan lamat-lamat kelihatan beberapa puncak gunung lainnya. Namun secara berkala, letupan di Jonggringseloko tetap terdengar jelas.
Menjelang senja, tiba-tiba batu kecil berguguran. Freddy muncul sambil memerosotkan tubuhnya yang jangkung. “Gie dan Idhan kecelakaan!” katanya. Tak jelas apakah waktu itu Freddy bilang soal terkena uap racun, atau patah tulang. Mulai panik, mereka berjalan tertatih-tatih ke arah puncak sambil meneriakkan nama Herman, Gie, dan Idhan berkali-kali.
Beberapa saat kemudian, Herman datang sambil mengempaskan diri ke tenda darurat. Dia melapor kepada Tides, kalau Gie dan Idhan sudah meninggal! Kami semua bingung, tak tahu harus berbuat apa, kecuali berharap semoga laporan Herman itu ngaco. Tides sebagai anggota tertua, segera mengatur rencana penyelamatan.
Menjelang maghrib, Tides bersama Wiwiek segera turun gunung, menuju perkemahan pusat di tepian (danau) Ranu Pane, setelah membekali diri dengan dua bungkus mi kering, dua kerat coklat, sepotong kue kacang hijau, dan satu wadah air minum. Tides meminta beberapa rekannya untuk menjaga kesehatan Maman yang masih shock, karena tergelincir dan jatuh berguling ke jurang kecil.
“Cek lagi keadaan Gie dan Idhan yang sebenarnya,” begitu ucap Tides sambil pamit di sore hari yang mulai gelap. Selanjutnya, mereka berempat tidur sekenanya, sambil menahan rembesan udara berhawa dingin, serta tamparan angin yang nyaris membekukan sendi tulang.
Baru keesokan paginya, 17 Desember 1969, mereka yakin kalau Gie dan Idhan sungguh sudah tiada, di tanah tertinggi di Pulau Jawa. Mereka jumpai jasad keduanya sudah kaku. Semalam suntuk mereka lelap berkasur pasir dan batu kecil G. Semeru. Badannya yang dingin, sudah semalaman rebah berselimut kabut malam dan halimun pagi. Mata Gie dan Idhan terkatup kencang serapat katupan bibir birunya. Mereka semua diam dan sedih.

MAHAMERU

http://fendra.blogsome.com/2005/03/18/mahameru-sebuah-legenda-tersisa-puncak-abadi-para-dewa/

Gunung Mahameru merupakan sebuah gunung yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia. Gunung Mahameru mempunyai ketinggian setinggi 3,676 meter.
Gunung Mahameru merupakan gunung yang tertinggi di pulau Jawa dan gunung berapi yang kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.676m dari permukaan laut dan merupakan salah satu gunung berapi yang paling aktif.
Gunung Mahameru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Gunung Mahameru juga dikenal dengan nama Gunung Semeru. Namun sebenarnya masih ada gunung lain yang bernama Gunung Semeru, yang berada di timur pulau jawa didekat gunung Argopuro. Mahameru merupakan gunung yang tertinggi di Pulau Jawa dan gunung berapi yang kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3676m dpl dan merupakan salah satu gunung berapi yang paling aktif. Setiap lebih kurang 20 menit sekali kawahnya mengeluarkan abu vulkanik berwarna hitam dan pasir.
Posisi gunung ini terletak diantara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06′ LS dan 120°55′ BT.
Dilihat dari kejauhan Mahameru menunjukan bentuk kerucut yang sempurna, tetapi saat berada dipuncak gunung tersebut berbentuk kubah yang luas dengan medan beralun disetiap tebingnya. Kawah Jongring Saloka, demikian nama kawahnya ini pada tahun 1913 dan tahun 1946 diisi suatu kubah kawah. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava kebagian selatan daerah Pasirian, Candiputro dan Lumajang.
Gunung Mahameru adalah bagian termuda dari pegunungan Jambangan tetapi telah berkembang menjadi strato-vulkano luas yang terpisah. Aktivitas material vulkanik yang dikeluarkan meliputi: - Letusan abu, lava blok tua dan bom lava muda - Material lahar vulkanik bercampur dengan air hujan atau air sungai. - Letusan bagian kerucut yang menyebabkan longsoran. - Pertunbuhan lamban/beransur dari butiran lava dan beberapa kali guguran lahar panas.
Seperti pada umumnya ditempat tinggi lainnya, daerah sepanjang rute perjalanan dari mulai Ranupane (2.200m dpl) sampai puncak Mahameru mempunyai suhu relatif dingin. Suhu rata-rata berkisar antara 3°c - 8°c pada malam dan dini hari, sedangkan pada siang hari berkisar antara 15°c - 21°c. Kadang-kadang pada beberapa daerah terjadi hujan salju kecil yang terjadi pada saat perubahan musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Suhu yang dingin disepanjang rute perjalanan ini bukan semata-mata disebabkan oleh udara diam tetapi didukung oleh kencangnya angin yang berhembus ke daerah ini menyebabkan udara semakin dingin.
Orang pertama yang mendaki gunung ini adalah CLIGNET (1838) seorang ahli geologi berkebangsaan Belanda dari sebelah barat daya lewat Widodaren, selanjutnya Junhuhn (1945) seorang ahli botani berkebangsaan Belanda dari utara lewat gunung Ayet-ayek, gunung Inder-inder dan gunung Kepolo. Tahun 1911 Van Gogh dan Heim lewat lereng utara dan setelah 1945 umumnya pendakian dilakukan lewat lereng utara melalui Ranupane dan Ranu Kumbolo seperti sekarang ini.
taken from Wikipedia Indonesia.


Mendaki melintas bukit
Berjalan letih menahan menahan berat beban
Bertahan didalam dingin
Berselimut kabut Ranu Kumbolo…

Menatap jalan setapak
Bertanya - tanya sampai kapankah berakhir
Mereguk nikmat coklat susu
Menjalin persahabatan dalam hangatnya tenda
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta

Mahameru berikan damainya
Didalam beku Arcapada
Mahameru sebuah legenda tersisa
Puncak abadi para dewa

Masihkah terbersit asa
Anak cucuku mencumbui pasirnya
Disana nyalimu teruji
Oleh ganas cengkraman hutan rimba
Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta

Mahameru berikan damainya
Didalam beku Arcapada
Mahameru sampaikan sejuk embun hati
Mahameru basahi jiwaku yang kering
Mahameru sadarkan angkuhnya manusia
Puncak abadi para dewa…

taken from Format Masa Depan by Dewa 19.

Rabu, 28 April 2010

my single parent

…. dan seperti malam-malam sebelumnya, saya melakukan kegiatan rutin sebelum melakukan hal lainnya yang ga bisa saya tolak, memijit mama.

Ya ini selalu saya lakukan hampir tiap malam , semua malam saya rasa sejak saya menyandang predikat sebagai mahasiswa jurusan pendidikan geografi UPI 2006.

Dan seperti malam ini, mama kembali meminta saya memijit-mijitnya
Belum juga saya lakukan, gerutu dari mulut saya sudah berhamburan .. ya karena saat ini saya pun sedang merasa ga enak badan, masuk angin saya rasa
“neng … geura yeuh pangpencetankeun mamah nyeri leher, salah bobo …”
sama mama di jembatan merah kebun raya Bogor
Ugh mamah mah, hoream !!!!!! tau saya lagi masuk angin masih aja disuruh
Saya datang ke kamar mamah sambil memajukan mulut, mungkin sampai tiga senti dan wajah yang ditekuk
“naon deui mah nu dipencetan”
“yeu mamah teu tiasa ngalieuk sabeulah, nyeri…”
Dengan wajah ditekuk vs mulut yang masih maju tiga senti, saya ambil juga dragon khusus berbau menthol untuk dioleskan sebelum badan mama dipijit.
“tong tarik-tarik atuh mencetana … nyeri, tong kana tulang !!! tah belah dieu nu dipencetana .. sanes nu eta!! Rada ka tengah sakedik ……”
Aaarrrgh …
Mamah emang cerewet , cerewet dalam semua hal
Hal kecil aja mama pasti cerewet
Seperti misalnya saya menutup teko air agak miring, mama pasti langsung berkicau
”eta tutup teko na lereskeun, bisi aya sireum nu masuk!!!!”
Dipikir saya, ga bakal atuh mah masa sireum bisa masuk, lewat mana …..

Marah, gerutu, kesel …. hanya perasaan itu yang lebih sering saya rasakan pada mama
Dosa padahal tapi entah kenapa perasaan seperti itu selalu ada
Mama yang berusaha keras menghidupi saya dan adik saya yang baru menginjak abg sendirian saja, tanpa ada bantuan dari sosok lelaki yang sewajarnya ada di setiap keluarga

Broken home …
Pribahasa itu yang mungkin orang lain keluarkan saat mengetahui keadaan saya
Tetapi selalu senyum yang saya tunjukkan saat teman-teman mengetahui keadaan saya dan mereka mengatakan “eh put maaf ya, kirain ….”
Tetapi dengan cepat pula saya selalu menyambar perkataan mereka
“teu nanaon meureun nyante aja atuh ….”
Sembunyi di balik keceriaan dan kebohongan, itu lebih baik bagiku.
Untuk kebohongan, hanya tertentu saja ..

Jujur, mamah emang idolaku !!!
Sosok wanita tegas yang tegar, ga pernah saya melihat bulir air disudut matanya .. kecuali kemarin ketika kakek saya meninggal .. mama menangis sesunggukan seperti anak kecil yang kehilangan barang kesayangannya. Wajar …..
Mama ga pernah mengeluh menghadapi kelakuanku yang sangat menyusahkan, menghadapi adik saya yang mulai nakal, bandel …
Mama termasuk orang tua yang bisa dibilang over protektif
Mama ga pernah mau menerima bantuan dari kakek (sewaktu beliau idup), nenek maupun sodaraku yang lain, semua mama lakuin sendiri
Mama yakin bisa menghidupi kami berdua dengan mengandalkan gaji PNS nya
Kurasa mama berhasil, alhamdulillah kami tidak pernah merasa kekurangan
Bagaimana pun caranya, selama itu halal dan tidak menjatuhkan harga dirinya mama pasti akan memenuhi kebutuhan kami

Sosok laki-laki yang seharusnya menghidupi kami … sudah hampir 13 tahun ga ada di kehidupan kami
Bahkan adik saya, belum pernah bertemu dengannya !!!
sekalipun hingga saat saya menuliskan coretan ini …
miris memang
ditinggalkan sejak saya berusia 8 tahun , dan adik saya 8 bulan berada di kandungan mama
entah apa yang membuat mama dan ayah (panggilan untuknya) memutuskan untuk berpisah
sampai saat ini, di usiaku yang 20 tahun kuliah semester akhir tak pernah ada yang memberitauku alasan itu .. termasuk keluarga mama yang sangat rapat menutupinya, hingga kakek pun yang sangat membenci ayah meninggalkan kami untuk selamanya beliau ga pernah memberitahukan alasannya.
Pernah suatu kali saya berusaha mencari tahu sendiri tentang semua ini, tapi ga pernah berhasil !!!!
Yang kutemukan hanya AKTA CERAI yang tersimpan rapi di dokumen mama, kubuka itu saat mama ga ada dirumah .. hheeee


Ga sepantasnya aku bersikap seperti itu pada mama
Tapi atuh da kumahaaaa ….
Emosi dan ego kadang lebih merajai hati dan pikiran saya

jadul

ya awlooooooh sudah lama sekali ga nengok blog saya yang saya sayangi waktu jaman kuliah inih . hha :))

Senin, 01 Februari 2010

Tips membuat judul dan abstrak dalam penyusunan skripsi, tesis, disertasi, proposal atau karya ilmiah

http://www.infoskripsi.com/Tip-Trik/Tips-Membuat-Judul-dan-Abstrak-Skripsi.html

Seorang researcher atau peneliti, sesudah melakukan sebuah penelitian, sangat disarankan untuk segera memublikasikan hasil penelitiannya. Karena banyak sekali manfaat yang akan diperoleh dengan memublikasikan hasil penelitian, terutama sekali adalah adanya tindak lanjut dari hasil penelitian (pengembangan) atau untuk menghindari tema yang sama dari penelitian itu sendiri.

Banyak sekali cara yang bisa dilakukan researcher dalam memublikasikan hasil penelitiannya, diantaranya bisa dilakukan dengan melalui presentasi pada seminar ataupun melalui jurnal-jurnal ilmiah, lokal maupun internasional.

Pada sesi kali ini kita akan membahas bagaimana menulis judul dan abstrak.

Judul
Bagaimana cara menulis judul yang baik? atau lebih tepatnya mungkin bagaimana kita menarik perhatian calon pembaca artikel kita dengan judul?
Menurut buku, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Pertama, judul yang kita buat harus mencerminkan isi keseluruhan makalah. Kedua adalah, usahakan judul yang dibuat menjawab pertanyaan ataupun menawarkan sebuah jawaban. Bisa juga anda membuat tulisan mengenai sesuatu hal yang sedang ramai dibicarakan, misalnya saat ini sedang ramai mengenai masalah isu pemanasan global. Cobalah buat sebuah judul artikel ilmiah mengenai hal ini, niscaya orang yang membaca judul ini akan tertarik untuk membaca keseluruhan artikel Anda.

Abstrak
Setelah judul, sebelum orang lain memutuskan untuk membaca artikel ilmiah anda yang mereka lakukan adalah membaca abstrak. Abstrak menjadi salah satu bagian terpenting dalam sebuah artikel ilmiah. Keputusan apakah seseorang tertarik dengan artikel yang anda buat sebagian besar ditentukan setelah membaca abstrak.
Untuk itu, apa yang sebenarnya dibutuhkan dalam membuat sebuah abstrak??
Ada 4 langkah penting yang harus dilaksanakan, yaitu
1. Ciptakan ruang penelitan, hal ini dapat dilakukan dengan cara: (a) Nyatakan pentingnya bidang yang anda teliti (bisa ditunjukkan dengan banyaknya penelitian di bidang yang sama), (b) Tunjukkan kekurangan artikel ilmiah yang telah ada (dalam bidang yang sama tentu saja), (c) Tunjukkan tujuan artikel ilmiah anda
2. Uraikan metodologi penelitian dengan jelas
3. Nyatakan hasil penelitian (dengan singkat dan jelas tentu saja)
4. Evaluasi-lah hasil penelitian yang telah dilakukan (kesimpulan artikel)
Panjang abstrak biasanya 100-200 kata. Menurut Hadijanto dalam Zifirdaus, tahap 2 dan 4 tidak wajib ada dalam sebuah abstrak.

Abstrak merupakan rangkuman dari isi tulisan dalam format yang sangat singkat. Untuk makalah, biasanya abstrak itu hanya terdiri dari satu atau dua paragraf saja. Sementara itu untuk thesis dan tugas akhir, abstrak biasanya dibatasi satu halaman. Untuk itu isi dari abstrak tidak perlu “berbunga-bunga” dan berpanjang lebar, cukup langsung kepada intinya saja. Memang kesulitan yang dihadapi adalah bagaimana merangkumkan semua cerita dalam satu halaman. Justru itu tantangannya. Ada juga tulisan ilmiah yang membutuhkan extended abstract. Kalau yang ini merupakan abstrak yang lebih panjang, yang biasanya disertai dengan data-data yang lebih mendukung. Biasanya extended abstract ini dibutuhkan ketika kita mengirimkan makalah untuk seminar atau konferensi.

Ini sebagian dari review saya terhadap hasi penelitian yang sudah jadi. Kebanyakan abstrak di susun atas ‘jumlah bab’ pada laporan penelitian. Jika suatu laporan/skripsi terdiri dari 5 bab: (1) pendahuluan, (2) kajian pustaka, (3) metodologi, (4) analisis dan pembahasan, (5) penutup. Maka hendaknya menulis abstrak sebagai berikut:
1. Paragraf pertama ringkasan dari ‘latar belakang/pendahuluan’
2. Paragraf kedua ringkasan dari ‘kajian teori’
3. Paragraf ketiga ringkasan dari ‘metodologi’
4. Paragraf keempat ringkasan dari ‘analisis dan pembahasan’
5. Paragraf kelimaringkasan dari ‘penutup/kesimpulan dan saran’

Rabu, 20 Januari 2010

terakhir posting setaon lalu .... gelo !

hhaaaaaaa
uda lama kaga nengok blg ,,
trakirr posting setaoun yang lalu !!!
gkgkgkgkgkgkgk


formalitas aja deeee